[recent]

Recent Post

3/recentposts

Pengalaman Naik Bus Transjatim Super Nyaman

Posting Komentar

Alhamdulillah berkesempatan menaiki bus transjatim yang diresmikan pemkab Sidoarjo bekerjasama dengan pemerintah Gresik. Berhari-berhari semenjak bus ini di launching belum kesampaian keinginanku. Padahal setiap sore pulang dari TPQ sering berpapasan sama si bus ijo ini menyebutnya. Dulu sebelum ada bus transjatim, ada bus trans Sidoarjo namanya. Warna busnya biru, sekarang program pemerintah soal bus ini di ganti menjadi trans jatim identik warna hijau kombinasi kuning. 

Kalau kalian belum mencoba di hari launching bus trans jatim yan gratis? Sama aku juga enggak. Eits tenang aja, bayarnya jauh dekat cuma goceng aja alias Rp. 5000 aja. 

Rutenya dari pasar porong sidoajo-Surabaya-Gresik tulisannya gitu. Eh Surabayanya nggak masuk rute loh ternyata, Cuma masuk rute di jalan tol aja. lebih tepanya Sidoarjo-Gresik aja, dan menjangkau jalan dalam kota saja.

Rute berakhir di terminal bunder Gresik. Bus transjatim beroprerasi dari jam 05.00 pagi sampai 08.00 malam WIB. 

Perjalanan Dimulai

Suami cari-cari info darimana aja rutenya sebelumnya, sebenarnya ingin jalan-jalan di hari sabtu. Katanya jangan hari wekeend bus trasnjatim full banyak anak kecil. Mending di hari weekdays masih longgar. Demi menuruti keinginan istrinya, pak suami rela bolos kerja di hari jumat loh wkwk. 

Izinya mengatar istri ke RSUD Sidoarjo, ya betul juga sih depan RSUD ada halte bus juga hehe. Benar-benar moga dicata amal baik sama malaikat karena sudah berusaha membahagiakan istri hehe.  

Tidak ada tujuan spesifik ke gresik bakal kemana? Yan penting nyobain naik bus transjatim. Keluar rumah jam set 9 jalan kaki menju jalan raya, sengaja naik bison menuju halte depan RSUD. Eh sampek sana masih sepi, di dalam halte ada tulisan “Mohon maaf sejak 13 September bus transjatim tidak mengambil penumpang dari halte Celep”

Yah salah, emang deh kebiasaan perjalanan kalau enggak nyasar nggak afdhol. Terus naik di halte mana dong? Yaudah naik angkot warna orens menuju halte Ramayana. Ditengah perjalanan melewati pasar larangan eh ada halte loh, baru ngeh juga, tapi haltenya tutupan kayak ada tulisannya maaf gitu, yaudah lurus aja.  Alhamdulillah sampai disana ada mas-mas lagi bersihin halte, wah tandanya bus bisa berhenti disini dong.

Kata mas nya “Tunggu 15 menit, bus nya datang” eh beneran loh nggak lama bus ijo datang. 

Kesan Menaiki Bus Transjatim

Benar-benar dibikin nyaman. Masuk pintunya aja udah berasa bus di luar negeri, otomatis loh. Masuk ke dalam bus, dingin poll. Didalam ada hanya ada sekitar 20 an kursi sisanya gantungan tangan kalau misalnya bus lagi rame. 

Setelah kita ambil posisi yang kita mau, kita bakal ditanya mau turun kemana. Terus kita bayar, dan diberi karcis. Usahakan pakai uang pas atau kalau nggak mau ribet scan QR aja. 

Kernetnya cantik, rapi, menyenangkan, ramah pula. Saat bus sampai di halte pemberhentian disambung mbak kernet dengan seragam warna hitam sleret batik bertuliskan transjatim lengkap memakai peci kecil seolah pegawai bank. Gimana dong kalau tampilan kernet bus kayak gini, kan makin nyaman. 

Semua info soal bus transjatim tersedia di aplikasi trasnjatim atau follow instagram transjatim 01 disana lengkap info terkini bus transjatim. 

Kalau kalian naik bus transjatim jangan lupa buat story tag instagram @transjatim01 bakal direpost sama miminnya. Kayak aku kemarin bikin story kutambahin tulisan “mbak kernetnya cantik kayak pegawai bank”. Sama admin @transjatim di respost dan mbak kernet tadi lihat story aku, dan nge-DM loh. 

Kayaknya dia seneng deh aku sebut mbak-mbak pegawai bank hehe. 

Tempat duduk paling enak di depan, bisa melihat pemandangan dengan jelas. Daripada duduk dibawa kaca jendelanya ditutupi tulisan jadi nggak leluasa melihat pemadangan luar. 

Selama perjalanan kita bakal dipedengarkan musik-musik khas jawa timuran, terutama lagu suroboyoan. Pertanyaanku lagu khas Sidoarjo apa ya?

Sampai di Terminal Bunder Gresik

Perjalanan dari Sidoarjo-Gresik dari jam setengah 9 sampai di terminal bunder setengah 11 siang. Kalau kita naik bus di halte lewat pintu tengah, ketika turun di tempat istirahat kita dilewatkan pintu depan bus. Sambil karcis diberikan ke mbak kernet tadi. Tujuannya menghindari supaya nggak dipakai lagi buat balik ke Sidoarjo.

Masuk ke tempat apa ya menyebutnya, kayak rest area nya bus transjatim gitu. Dilihat dari bangunannya kayaknya barusan baru dibangun banget. Ada beberapa penjual warung kopi, toilet, tempat wudhu juga disediakan. 

Lebih tepatnya tempat ngaso para supir dan kernetnya. Aku cari-cari menu ringan aja, beli es avocado seharga 5000 an di warung palig pinggir. Sambil ngobrol bareng penjualnya. Kalau wekeend Sabtu dan Minggu disini bisa full. Bahkan minggu kemaren ada 5000 orang menaiki transjatim. Malah bisa pakai nomor antrian panggilan untuk naik bus transjatim. 

Waww salut antusiasnya orang Sidoarjo naik bus transjatim. Sayang masih ada beberapa stand kosong belum pada jualan. Karena aku kesana di hari Jumat jadi nggak seberapa ramai sampai disana. 

Oh iya jangan lupa meninggalkan jejak disana, toiletnya bersih tenang aja. 

Supir dan kernet istirahat 15 menit sebelum lanjut perjalanan balik ke sidoarjo. Ada urutan bus nya sesuai kedatangan. Karena diburu waktu kami kembali naik bus pukul 11. 

Bus yang kami tumpangi berbeda pengemudi dan kernet, bus yang tadi masih istirahat kayaknya. 

Perjalanan kembali ke Gresik dari terminal bunder masih sepi, lanjut berhenti tiap halte untuk ambil penumpang, wah dari sini penumpang mulai berdatangan. Bawa anak kecil, lumayan jadi rame sih, kursi udah mulai nggak cukup, banyak yang mulai berdiri. 

Disini first time melihat pemadangan dalam bus, anak muda awalnya dapat tempat duduk kemudian mengalah berdiri memberikan tempat duduk ke ibu-ibu yang gendong anak kecil. Ah proud of you mas, terimakasih sudah memberikan pemadangan indah di siang hari. 

Perjalanan pulang tidak sedingin seperti berangkat tadi, mungin karena penumpangnya lumayak banyak kali yah hehe. 

Alhamdulillah sampai Sidoarjo setengah 1, berhenti di halte suncity. Nungguin angkot orens kok nggak lewat, ah yaudah pesen gocar ajalah lebih simpel bisa sampek depan rumah. 

Ini bus ijonya namanya bus Raden Wijaya

Kenapa Harus Naik Bus Transjatim?

Karena terjangkau jauh dekat only 5000. Jalan-jalan sederhana murah. Pulang pergi Sidoarjo-Gresik utuk 2 orang 20.000. ngopi di gresik nggak sampai 20.000. Lumayan melepas penas, menikmati pemandangan duduk di dalam bus tanpa kepanasan bisa jadi solusi kalian menikmati liburan titpis-tipis aja. 

Ternyata nggak cuma aku dong yang niatnya pakai bus nggak ada tujuannya resmi ke  gresik, sampai gresik balik lagi ke sidoarjo. Ada beberapa orang yang memang pengen sekadar ingin menikmati nyamannya pakai bus trasnjatim. Ah nggak salah kok, kapan lagi nak bus senyaman ini? Siapa tahu tahun depan tarif naik hehe.

Ngopi aja jauh jauh ke Gresik wkwk

lylamanzila
Assalamua'alaikum Halo saya Alfimanzila Orang asli Sidoarjo Email: lylamanzila97@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar