Please Jangan Remehkan! Apalagi Nyinyir Hal Berikut ini

 

freepik.com


Manusia adalah makhluk ketergantungan dengan sesamanya, walau nyatanya mereka selalu mengatakan “Hidup itu harus bisa mandiri”. Entah itu dalam lingkungan pekerjaan, masyarakat, sekolah dsb tidak terkecuali saling bersinggungan alias tidak dapat dihindari bahwa saling membutuhkan. Tentu dalam jalinan ketergantungan tesebut ada namanya kebutuhan yang harusnya saling menguntungkan antar dua pihak bukan? Lalu bagaimana jika ada satu pihak yang merasa dirugikan? Ya tentu, bakal terjadi perang dunia ke 3 mungkin. Maksudnya bisa timbul cek cok, rasa tidak percaya secara berlebihan. Apa salah jika timbul perasaan negatif seperti itu? wajar aja sih, namanya juga masyarakat multikultural dengan segala keistimewaannya dalam bertindak. 

 

Manusia dengan segala ciri khas pribadinya, tidak menutup kemungkinan harus memiliki toleransi saat bertindak, mengerti kondisi seseorang jika dalam situasi keadaan sedang tidak diinginkan. Berikut beberapa sikap yang terkesan B aja tapi jika disepelekan bisa meledak nantinya, diantaranya:

 

freepik.com


Mengembalikan barang langsung, setelah selesai meminjamnya. Memerlukan barang, tapi belum mampu membelinya atau kalau tidak karena barang yang dibutuhkan hanya sesaat, jadi jika bisa tidak perlu beli. Mencoba untuk meminjam kepada tetangga, saudara, teman yang dirasa baik saat itu.

Kadang itu, ada beberapa tipikal orang ketika barangnya dipijam 1) dia oke oke aja barangnya dipinjam, karena belum terlalu membutuhkannya. Sampai sampai yang pinjam pun lupa belum mengembalikannya. 2) ketika dia meminjamkan barang ke orang lain, sudah janji akan langsung mengembalikan, eh nyatanya yang pinjam tidak segera dikembalikan. Akhirnya orang yang meminjamkan tersebut memiliki pikiran “wah orang ini ndlewer, nggak jujur”. 3) orang yang tidak suka nanggung barang milik orang lain, artinya ketika dia meminjam barang, setelah selesai segera mungkin dikembalikan, tujuannya biar orang yang sudah meminjamkan barang menjaga kepercayaannya. 4) mereka yang tipe meminjamkannya terpaksa, kalau tidak dipinjamkan dikira pelit, kalau dipinjamkan diri sendiri ini juga butuh. Ujung-ujungnya ya dipinjamin tapi dengan sikap terpaksa gitu wkwk. Karena ya, mau gimana lagi susah nolaknya.

Apapun kondisinya, jika kita memang mengharuskan meminjam barang tersebut segera mungkin dikembalikan, agar orang yang sudah merelakan barangnya dipinjamkan hatinya lega dan rasa kepercayaan tidak luntur. 


freepik.com


 

Jangan mempromosikan bumi sehat, jika diri sendiri masih suka minta kresek dobel  waktu beli telur. Sebagai anak dari orang jualan kelontong, merasakan dan melihat betul kondisi macam ini, yang mana pembungkus barang jualan adalah kantong kresek, ya mau bagaimana lagi, pembungkus yang harganya murah masih disandang oleh kresek daripada kantong kain. 

baca juga: beberapa style berkendara terutama kaum perempuan, apakah kamu termasuk?

Jika di media sosial,  banyak pemberitaan beredar “Mari cintai bumi dengan kurangi penggunaan kantong kresek”. Aku yang membaca nyengir sendiri

Bagaimana tidak? Aku yang sering menjuali orang, membeli telur 1 kg (bukan hanya telor aja sih) sudah ku bungkus dengan kresek paling tebal. Eh minta dobel, padahal aku yakin sekali setelah itu kreseknya nggak digunakan lagi ujung-ujungnya masuk tong sampah. Simpel aja harusnya, kalau takut telurnya pecah saat perjalanan kan bisa bawa tas kain sendiri atau kresek bekas yang masih layak pakai dari rumah.

Itu adalah secuil hal kecil yang terus ku jalani mau tidak mau, sebagai manusia yang ingin sekali bumi kembali dingin seperti dulu waktu masih SD. Sebagai gantinya aku berubah pelan-pelan dengan selalu membawa tas kresek bekas yang sudah kita terima sebelumnya agar bisa dipakai berulang-berulang bukan sekali pakai buang saat akan membali barang.

Jangan sampai memiliki fikiran

Enak saja penjual kok nggak nyediakan pembungkus sendiri, nggak bondho dong. Jadi penjual harus siap dong.

Sebagai penjual tentu menyediakan pembungkus, tapi untuk menjadi pembeli yang cerdas dan ber etika tidak  sopan rasanya membandingkan perihal eman dengan kondisi bumi yang semakin mengenaskan.

Jangan pernah mengembalikan barang pinjaman, kemudian ditambahi kalimat hinaan. Penting!! Kadang gitu ya, seseorang abis pinjem barang, terus kita bilang

“Langsung di kembalikan ya, soalnya nanti dipakai lagi botolnya”

Eh dianya nyolot jawabanya “Iya ya, lagian buat apa sih aku juga botol kayak gitu”

Batinku menjerit. Kalimat  “Buat apa” kayak dia nggak butuh aja gitu, tapi kok pinjam, harusnya kalau nggak butuh nggak pinjam dong. Emang derajat kepentingan orang-orang berbeda, tidak boleh dipandang sebelah memang. Belum tentu yang kita lihat B aja, tapi dimata orang bernilai mewah.

Kenapa harus diingatkan ketika ada orang yang meminjam? Karena tidak semua orang memiliki kadar tanggung jawab yang sama dan bagus. 

 

freepik.com


Jangan meremehkan job disk teman sendiri, saat job disk dirimu sedang bagus-bagusnya. Anak sekolah, mahasiwa, kaum pekerja jelas pernah mengalami kondisi seperti ini. Saat masih maba dikira awam ilmu, saat masih junior dianggap nggak tahu apa apa. Cidera nggak tuh hatinya? Bisa jadi sih, pasalnya orang yang sedang berada diatas kita posisi ibaratnya lagi jatuh cinta, nah sedangkan teman kita masih mencari tahu apa itu jatuh cinta.

Eh dengan seenaknya, langsung menjudge kalau kita nggak bakalan tahu apa makna jatuh cinta. Begitulah perumpamaannnya, perlu di ketahui dalam sebuah lingkungan penyebutan junior dan senior yang membedakannya hanyalah jam terbang dia sendiri. Saat dia merasa job disk dirinya sedang naik daun hingga meremehkan job disk rekan lainnya, lalu apa bedanya dengan musuh?. Sesama teman sendiri saling menjatuhkan karena job disk dirinya lebih unggul diperlukan, siapa tahu suatu saat nanti kondisi bisa berbalik bahwa job disk temanmu yang lebih diperlukan dari pada milikmu.

Nah akan ada saatnya job disk milik mu berhenti sejenak, dan job disk yang lain bekerja untuk menunjang performamu. Sayangnya banyak yang belum sadar kalau sudah memiliki job disk yang sangat dibutuhkan jadi lupa siapa dirinya.

 

freepik.com


Meminta tanaman orang lain dengan sepuasnya. Walah minta sedikit aja nggak boleh sih? Iya sedikit, lama-kelaman jadi bukit ups. Pernah mendengar ucapan seperti ini jangan pelit sama tetangga, nanti mati berangkat sendiri kah?, minta itu boleh tidak salah, yang keliru itu minta keterusan tidak punya malu. Tidak berusaha sendiri, entah itu minta tanaman yang sekaligus ada akarnya biar bisa ditanam dirumah, biar nggak minta melulu.

Kadang gitu, pertama minta dikasih, besoknya minta lagi, besoknya kayak dianggap milik sendiri. Berasa dia aja yang merawat tanamannya gitu kali ya. gemes sih dengan orang kaya gini, sukanya ngriwuki tetangga.

Minta sekali diberikan, minta kedua kali diberikan, minta yang ketiga kali ini nggak punya malu namanya, antara malas beli atau cari alasan agar tidak keluar uang untuk beli haha.

List kejadian diatas nyata di sekitar tempat tinggalku. Kelihatannya sepele, tapi kalau diamati lebih jauh lagi ternyata kembali soal akhlak dan perilaku tetap nomor. Perlu bimbingan biar tidak merugikan banyak orang.

 

Salam

Alfimanzila

 


 

Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Hello We are OddThemes, Our name came from the fact that we are UNIQUE. We specialize in designing premium looking fully customizable highly responsive blogger templates. We at OddThemes do carry a philosophy that: Nothing Is Impossible

20 Comments:

  1. (Kalimat “Buat apa” kayak dia nggak butuh aja gitu, tapi kok pinjam, harusnya kalau nggak butuh nggak pinjam dong.) Nah betul banget, sering nih ada yg minjem tapi nyolot, bikin males minjemin,tapi temen :(

    BalasHapus
  2. Hwaaa bener banget ini! Kalo melakukannya ke orang lain aja nganggep enteng. Padahal kalo sendirinya diperlakukan seperti itu juga pasti mangkel.

    BalasHapus
  3. Ih tulisannya renyah. Kusuka. Btw itu buat buku bagus deh

    BalasHapus
  4. Bener banget.. .. .Ini kadang kita remehin

    BalasHapus
  5. Jangan mempromosikan bumi sehat, jika diri sendiri masih suka minta kresek dobel waktu beli telur. Hahaha. Plak banget.

    BalasHapus
  6. Bermula dari pengalaman terbitlah serentetan pesan.Keren.

    Keadaan senior dan junior yang dianalogikan orang yang jatuh cibta dengan orang yang belum mengenal cinta cukup menarik. Jarang-jarang ada yang mengaitkan dengan ini.

    BalasHapus
  7. Mengembalikan barang langsung, setelah selesai meminjamnya.

    Penting nih

    BalasHapus
  8. hal-hal kecil yang biasa terjadi di sekitar kita, semoga bikin kita tambah aware

    BalasHapus
  9. Iya banget tuh poin terakhir. Udah dikasih, eh malah ngelunjak, hehehe

    BalasHapus
  10. Wah mewakili diri saya pribadi nih kak, kadang suka kesel sama orang yang dibantuin malah ditambahin kalimat nyinyir hahah

    BalasHapus
  11. Hwaaa, ini relate banget sih kak. Berasa lagi ngalamin semua hal yang disebutkan di atas. Jadi tambah kesel deh hahahah. Thanks untuk remindernya kak

    BalasHapus
  12. manusiawi banget ceritanya ... serasa nyata kita hadapi mereka ... ikut ikutan kesel ... tapi mungkin tanpa sadar aku juga begitu ... 😁😁😁

    BalasHapus
  13. Bagus tulisannya mengingatkan banyak hal tapi tidak menggurui... Cakep

    BalasHapus
  14. Kebiasaan - kebiasaan yang luput dari perhatian kita. Dan memang seharusnya kita berbenah supaya jadi lebih baik. Menarik tulisannya

    BalasHapus
  15. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  16. Renyah, relate dengan keseharian kita. Terima kasih diingatkan kembali ya Kak

    BalasHapus
  17. Hal kecil yang sering di remehin tapi penting, reminder nih :'

    BalasHapus
  18. untuk kontennya bagus, mengangkat hal kecil yang mengakibatkan hal besar.
    untuk penulisan kata masih banyak yang kepeleset. typo

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih banyak kak, kritiknya sangat membangun sekali.emang sih salah saya sering di typo hehe

      Hapus
  19. i can relate nih tulisannyaaa.. Emang ya, kudu mulai dari hal yang kecil, dan mulai dari sekarang :)

    BalasHapus