Tags

[recent]

Recent Post

3/recentposts

Bertemu Kalian, Sebagai Jawaban?

1 komentar


Dewasa bukan pilihan tapi pencapaian yang memang  harus dilewati setiap individu. Proses menjadi pribadi dewasa tentu harus melewati berbagai fase yang semua orang harus pandai-pandai menyesuaikan dengan kondisi masing-masing. Dengan melibatkan indivdiu lain disekitar lingkungan tentu menambah cara pandang lebih berkelas. 

Dalam menuju masa pendewasaan tentu tidak telepas dari “Pertemanan”. Suatu kenangan eh masa penjajalan agar menyesuaikan diri bertemu kawan-kawan baru. Masa pertemanan terjalin semenjak umur kanak-kanak. Artinya dalam memori manusia tersimpan berbagai model pertemanan yang terekam semenjak kecil. Dalam prosesnya tentu memori akan mengingatkan individu itu saat akan menjalin pertemanan.


Kadang yang terjadi pertemanan ada yang berujung awet dan yang menyakitkan. Bagaimana jika awet? Tergantung proporsi individu masing-masing sebenarnya. tidak bisa dipungkiri dalam pertemanan pasti muncul cliq cliq kecil yang biasa kita sebut dengan geng. Sudah kodratnya manusia itu hidup berkelompok-kelompok sesuai dengan kemiripan pribadinya masing-masing. Misalnya saat sekolah: ada sebagian anak suka hal-hal berhubungan Korea akhirnya karena sering ngumpul alias nggrombol akhirnya terbentuklah geng pecinta Drakor bisa kita sebut begitu lah. 

Lalu bagaimana jika menyakitkan. Biasanya ini terjadi jika pertemanan sudah awet kurang lebih akan menjadi sahabat artinya tidak boleh saling menyakitkan. Entah pada suatu saat nanti ada diantara kelompok mereka tidak sengaja melanggar aturan yang sudah disepakati bersama atau karena masalah-masalah lain. Tak jarang pertemanan jika sudah pernah ternodai akan sulit kembali seperti sedia kala. Kalaupun kembali tidak akan serekat seperti mulanya.

Pertemanan yang terjalin bukan sekedar asyik atau karena kebutuhan pribadi, sudah harus mulai dihindari. Tak semua individu bersikap asyik dalam menjalin suatu pertemanan pada lingkungan tempat seseorang itu beradaptasi. Ada beberapa ragam jenis individu dalam memilih teman yang cocok sesuai insting masing-masing. Dan terkadang pertemanan dalam lingkungan yang kita jalani tidak selalu berjalan mulus sepeti jalan Tol Trans Jawa yang baru diresmikan pak Presiden kita hahaha.

Dalam kehidupan nyataku sendiri ternyata pertemanan bsia dibilang rumit, mbundeli tapi ya begitulah harus dilakoni. Bagaimana?


Masa Putih Abu-abu. Sejak aku duduk dibangku SMA cliq cliq sudah terbentuk mulai dari kelas X. Dari mulai kelompok anak-anak yang suka HC, kelompok anak sangat memperhatikan pelajaran, kelompok anak-anak apa aja lah. Dan sedangkan ku sendiri punya sifat berteman semuanya nggak usah padang bulu. Dan alhamdulillah meskipun teman-temanku saat kelas X meskipun cara bertemannya pilih-pilih masih juga berbaur dengan yang lainnya artinya tidak hanya berteman dengan itu itu saja hehehehe. Dan jangan tanya saya jelas tak punya kelompok, ya berteman dengan siapa aja lah.

Lanjut kelas XI, XII teman-teman sewaktu kelas X pun sudah berubah, karena memang diacak kembali. Dan harus adaptasi lagi, mencari teman klop lagi meskipun dari awal nggak punya teman klop banget sih wkwkwkwk. Dan berlalu menjalani pertemanan dari kelas XI sampai kelas XII pertemanan dalam kelasku ternyata cukup sengit dan agak menyakitkan, loh kok bisa? Pasalnya terbentuklah kelompok-kelompok pertemanan yang justru saling menjatuhkan. Misalnya ketika ada tugas membuat desain menggunakan Kaos dan yang kenal vendornya dari kelompok A, dan kelompok B pengen gabung tapi nggak boleh barengan sama kelompok A, karena yang diutamakan tentu anggota kelompok A dulu. Hmmm melihat hal semacam itu bagaimana nggak bikin geram ya. dan kalu ku sendiri masuk kelompok mana saat itu? Masuk kelompok bisa dibilang biasa-biasa aja, dan kadang-kadang jadi pelampiasan teman kalau tanya tugas-tugas mapel yang aku bisa banget pasti berlomba-lomba mendekat minta contekan jawab selebihnya jika tidak ada tugas boro-boro mendekat kan nggak butuh lagi hahahaha. Hal tersebut terjadi selama 2 tahun bahkan sampai lulus pun namanya teman kelompok-kelompok masih berlaku gaess. Bayangkan semua sudah pada dewasa tapi bersikap seolah-olah anak kecil hahaha.


Masa Alamamater. Lanjut masa kuliah, berharap sudah tidak ada lagi cerita geng-geng an. Eh ternyata Allah itu punya cara sendiri untuk menguji hambanya. Terjadi juga padaku, disaat semua sudah menemukan teman bicara masing-masing ku masih asyik dengan kesendirian. Ku memang lebih suka menyendiri, tapi bukan berarti bisu ndak mau berteman loh ya. sampai di kelas terbentuk 2 golongan dengan nama cukup unik pertama yuk yuk rempong kedua wala sgohir itu perempuannya. Laki-laki pun punya alay ancen namanya keluarga Supandi. Pembentukan kelompok-kelompok itu serasa ada sekat tidak leluasa dalam berteman. Meski begitu antar teman laki-lai juga jadi akrab, saling mengingatkan karena hubungan mereka bukan hanya teman tapi keluarga. Jangan tanya saya ada di geng mana, jelas nggak punya geng lah hahaha. 

Tentu tidak heran jika bertemu geng-geng, jika tak bertemu beralih ngecemes di grup Whatsapp. Bukan bermaksud suudzon ya, memang ada dampak positif jika berkelompok dengan teman-teman baik bisa mempengaruhi akal dan cara pandang seseorang. Meski begitu berteman dengan kelompok tentu yang dibicarakan bermacam-macam hal yang tidak bisa dihindari pasti membicarakan teman-teman di kelompok lain. Bisa jadi saya yang dibicarakan hmmm. 

Meskipun pada berteman berkelompok dan kusendiri tidak memiliki kelompok tetap. Tapi punya keuntungan sendiri karena tidak punya kelompok jadi bisa masuk dikelompok mana aja salah satunya ini.

Secara tidak sadar cliq cliq terpecah belah tadi menjadi cliq-cliq baru tapi kusendiri kurang tahu namanya apa. Kali ini bukan itu yang ingin kubahas, tapi cliq-cliq yang sudah terpecah belah tadi #eh tiba-tiba menyatu dengan damainya macam siraman qalbu di pagi hari karena satu hal. Ada beberapa teman dari kami akan berangkat internship ke Thailand selama 1 bulan disana, kalo dari kelas kami ada 4 orang. tapi kalian tahu tidak? dari 4 orang ini ternyata dari dua cliq yang berbeda, nah kok bisa menyatu. Nah itulah uniknya kita, ketika dipersatukan dengan permasalahan dan kebutuhan yang sama, awal-awalnya terlihat musuhan perlahan akan mendekat dengan gampangnya.

mereka yang baru pulang dari belajar di negara penuh cerita tapi tetap Indonesia number 1

Dan sepertinya Allah sudah membuat settingan keempat teman untuk menyatukan cliq-cliq yang ada di kelas kami. Salah satu buktinya setelah keempat teman kami selesai melaksanakan ujian proposal semua teman perempuan sekelas menyiapkan 4 buket jumbo untuk keempat teman kami. Mereka nyiapiannya bareng-bareng loh tidak pilih-plih kamu dari cliq mana atau apalah, masya Allah adem gitu lihatnya waktu foto barengan semunya serasa bebas tanpa cliq-cliq gitu deh. 




Awal cerita pertemanan sebenarnya. alhamdulillah kami sudah memasuki semester bisa dibilang cukup menggiurkan jika tidak segera diterobos melakukan “Skripsi”. Semua teman kami sudah melewati tahap awal Sidang Proposal dan semoga kami semua tetap diberi kesehatan dan kelancaran segera menyelesaikan gelar dan segera  mengabadikan ilmu yang sudah didapat pada lokasi tepat sasaran. Cerita suka duka selama tiga tahun lamanya terbentuk dengan mudah karena ego masing-masing tapi demi pertemanan dan persaudaraan yang terbentuk semenjak Fortama selesai hingga selesai rasa-rasanya ya karena sedikit percekcokan kita harus sikut-sikutan dengan teman sekelas sendiri. Kita boleh bersaing antar teman asal kompetitif bukan intuitif ya gaes.

Doakan kami mahasiswa Pendidikan Agama Islam A1 2015 Universitas Muhammadiyah Sioarjo lulus tahun 2019. aminn



Sidoarjo, 12 Februari 2019


taken semua orang sukses






Reactions
lylamanzila
Assalamua'alaikum Halo saya Alfimanzila Orang asli Sidoarjo Email: lylamanzila97@gmail.com

Related Posts

1 komentar

Posting Komentar