Tags

[recent]

Recent Post

3/recentposts

Anggur khas jawa yang mulai menghilang

Posting Komentar


Buah kecil berbentuk lonjong berwara hitam pekat menunjukkan siap disantap, rasanya yang manis-manis gimana gitu kadang bikin ketagihan lidah, jika belum terlalu hitam sudah dipetik rasanya agak masam kecut-kecut begitu. Buah tradisional yang satu ini sudah mulai jarang ditemukan namun masih banyak digandrungi banyak orang bagi yang sudah pernah merasakan nikmatnya buah juet. Buah juet memiliki pohon yang berbeda dari anggur, pohon juet tumbuh keatas seperti pohon nangka berbeda seperti pohon anggur yang menjalar dikayu atau pohon-pohon.
Kalau kalian mengenal Juet berarti kalian lahir ditahun 2000an ketas hehehe... buah satu ini disamping mudah didapat karena setiap orang bisa jadi memiliki pohonnya tidak perlu pergi ke pasar untuk membelinya. Anggur jawa dibilangnya mengingat harga anggur menggilan sekali jika dipasar waktu itu sebagai gantinya murah meriah yang Juet. Kalau orang barat punya Anggur kita orang Indoesia punya Juet juaranya.

Juet banyak tumbuh dipedesaan seiring pembangunan desa yang beralih menjadi perkotaan mulai musnah lah alias jarang ditemukan, jangan khawatir saya masih memiliki pohon juet. Nuansa Juet masih mengingatkan kebanyakan orang akan keseruan masa kecilnya ketika masih sekolah. “Daripada juet beli mending menek sendiri, gratis” tutur salah satu pendengar suara surabaya saat dimintai komentara kenangan Juet.

Menurut pengamatan saya sendiri karena saya yang memelihara pohonnya, Juet hanya berbuah sekali dalam setahun biasanya di sekitar bulan Oktober-Desember wah luar biasa  langka gaess... kalau buahnya mulai berwana merah udah pasti banyak yang penasaran nyobain. Padahal yang warna merah itu rasanya sepoh/sepet alias ndak enak, lah iya belum matang kok.
Karena pohon Juet ku itu tumbuh besar dipinggir jalan jadi ya mau nggak mau kalau buahnya sudah masak harus rebutan memetiknya lah kenapa? Banyak orang-orang yang lewat dijalanan situ pada penasaran rasanya gimana sih? Apa sih buah juet itu?. Saking sebelnya sama mereka ada yang ambilnya ndak izin terlebih dahulu kadang mengotori halaman rumah karena cara ngambilya yang digeprek-geprek daunnya.
Di kabupaten Lamongan bulan September 2018 dilaksanakan festival petik juet bukan cuma petik Durian aja loh yang viral dan nyegerin, menurut salah satu pendengar Suara Surabaya antusias sekali disamping menarik, unik lagi sambil bernostalgia masa kecilnya dulu.
Bagi generasi sekarang sudah tidak banyak yang mengenal buah Juet, entah karena faktor sulitnya menemukan buah juet yang matang dari pohonnya itu sendiri jika berada diperkotaan, kalau mau dipasar ada yang menjualnya 1kg dibandrol Rp. 10.000 .-. yang terpenting bagi saya adalah tetap melestarikan buah tradisonal itu walau sampai tahun berapapun agar kelak tidak kehilangan cerita masa kini yang akan diceritakan ke anak cucu nanti.


Reactions
lylamanzila
Assalamua'alaikum Halo saya Alfimanzila Orang asli Sidoarjo Email: lylamanzila97@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar