SELAMAT DATANG SOBAT

SELAMAT DATANG SOBAT... SEMOGA TULISAN INI BERMANFAAT, MELEMBUTKAN HATI DAN PIKIRAN KALIAN, JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DI KOLOM KOMENTAR OKEH:)

Model Pembelajaran Kooperatif Menggeser Posisi Guru Di Sekolah

model pembelajaran di sekolah sekarang ini berbeda dengan jaman dulu, dimana model pembelajaran yang masih terpusat pada guru, guru harus menjelaskan dengan detail materi pelajaran. tapi sekarang model teacher oriented sudah tidak boleh dilakukan lagi. melihat sudah semakin kritisnya anak-anak atau disebut generasi millenial jaman sekarang mengharuskan model pembelajaran beralih ke student oriented. berpusat pada siswa artinya siswa tidak lagi hanya rutin mendengarkan ceramah gurunya sampai tertidur tetapi murid harus benar-benar aktif menyuarakan isi pikiran, hatinya dalam proses belajar. 

bahkan sampai model duduk dalam kelas sudah tidak boleh seperti tempat duduk bus, yang tertata rapi dari depan sampai belakang. pembelajaran model sekarang yang disebut kooperatif (kerjasama) mengharuskan mereka berkelompok-kelompok. dalam proses belajar kelompok itu anggota kelompok dibentuk secara voting antara guru dengan murid. 

"ayo kita bentuk kelompok sekarang...bu guru yang nentukan atau kalian yang menentukan?"

anak-anak jelas menjawab "oh ya kita sendiri dong bu".

masa remaja, pubertas ialah masa dimana rasa egois sedang naik daun dalam diri mereka. 

"oke kalian tentukan sendiri, saya kasih waktu 20 detik harus sudah ada pasangannya semua, jika ada satu teman kalian belum mendapat pasangan maka bu guru yang menentukan kelompok".
dengan serempak mereka menjawab "siap buuu".

pembelajaran era saat ini menuntut guru tidak hanya cerdas tapi kreatif itu penting. guru harus memiliki cadangan metode apa yang akan digunakan dalam mengajar nantinya. seperti halnya model pembelajaran kooperaif diantaranya: STAD, TGT, NHT, Snowball, Jigsaw, Make a Match, Mind Mapping, Scramble, dll masih banyak lagi. 

yang nulis tulisan ini alhamdulillah masih diberi kesempatan menjadi mahasiswa konsetrasi pendidikan merasa kalau model pembelajaran model kooperatif seakan perlahan-lahan menggeser posisi guru disekolah. entah ini pemikiran liar atau bagaimana. itu yang saya rasakan setelah wawancara dengan salah satu guru SMP negeri di kabupaten tempat domisili. 


kooperatif artinya bekerja sama. dalam dunia pendidikan sesama teman sangan boleh mengajari temannya yang kurang bisa menagkap materi yang dijelaskan gurunya. dan terkadang juga anak itu lebih mudah dijelaskan oleh temannya daripada guru yang menjelaskan sebagian yang seperti itu. lalu dimanakah posisi guru saat proses pembelajaran berlansung? itu tanda tanya besar.

menurut buku yang pernah saya baca bahwa Kurikulum 2013 memposisikan guru sebagai fasilitator alias pendampingan. karena siswanya sudah diharuskan memecahkan masalah sendiri bersama anggota kelompoknya.  waww hebat bukan siswa SD sudah harus cerdas menyelesaikan masalah. hasil wawancara denga pak Hasan selaku kepala sekolah SMP PGRI 8 justru beliau sangat menolak pembelajran kooperatif. dirasa siswanya memang jadi berani berpendapat namun berpedapat tanpa ada isinya. itu karena budaya membaca anak sekarang rendah. kebanyakan beralib bertanya pada mbah google. sesuai yang instan. 

jika ditelisik lebih dalam memang model pembelejaran kooperatif perlahan menggeser posisi guru disekolah. tinggal menungu kapan akan dieksekusi.

namun posisi guru yang akan tergeser ialah guru yang tak mampu beradaptasi dengan peekembangan zaman now. guru yang berpikir cara belajar jaman dulu yang mudah tersingkir. meskiun sudah ada model pembelarjan kooperatif ternyata siswa masih perlu soso guru. guru kreatif dan diidam-idamkan ketika beliau mamapu mengunakan model pembelajaran yang atraktif juga memberikan nilai-nilai pembelajaran yang mendukung wawasan siswa dalam kelas.

"Bu Ari itu enak banger kalau ngajar, nggak pengen ada jam kos kalau bisa mapel lain aja jangan mapelnya Bu Ari"

loh kenapa "Bu Ari itu kalau ngajar sebelum masuk pelajaran pasti diberi cerita-cerita yang berhubugan dengan pelajaran itu. kadang ditayangkan video tentang mata pelajaran itu. terus Bu Ari kalau ngajar pakai cara macem-macem nggk cuma presentasi saja. perna ada tugas bikin vidoe, mind mapping dll.  pokoknya guru favorit deh mbak. beda sama pak itu kalau ngajar cuma bikin kelompok>presentasi> selesai. udah gitu-gitu aja itu melulu ndak ada variasi."

itu salah satu hasil wawancara dengan murid yang di didik Bu Ari. hasilnya mencengangkan model kooperatif  tidak menggeser profesi guru disekolah. tapi guru yang tidak mengikuti jaman tidak akan bertahan lama. pesan dari buat calon guru abad XXI ialah pemikiran siswa kedepannya nanti berbeda saat kalian masih kuliah jadilah guru yang mampu membaur dengan mereka dan selami hati dan pikiran mereka temukan metode yang tepat agar anda tidak salah memposisikan tempat. 


Sidoarjo, 9 Oktober 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar