[recent]

Recent Post

3/recentposts

Haflah Akhirussanah dan Pentas Seni Tari Seluruh Siswa-siswi Tahun Ajaran 2025/2026

haflah akhirussanah

Rabu 17 Juni 2026 menjadi acara puncak bagi sekolah MI Progressive Baitul Muqorrobin. Pelepasan kelas 6 dan penampilan seni dari kelas satu sampai kelas 5. Acara dimulai pukul 08:00 dibuka tarian saman dari Aceh sebagai pembuka acara.

Acara ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama rangkaian pelepasan siswa kelas 6 dimulai dengan tarian persembahan dari kelas 4 dan 5. Pebacaan SK Kelulusan, lanjut prosesi kelulusan, lanjut penampilan paduan suara kelas 6 menyayikan hymne guru, lanjut prosesi sungkeman kepada orangtua untuk meminta maaf dan memohon restu dan acara ditutup dengan doa.

Sesi kedua dimulai pukul 12:00. Untuk sesi 2 memang dikhususkan full pentas seni dari kelas 1 sampai 3. Tarian nusantara sukses ditampilkan diatas panggung hotel halogen.

Melihat kekompakan dan kepercayaan diri siswa-siswi tampil eksotis diatas panggung menunjukkan bahwa kerja keras para wali kelas mendampingi latihan dari berbulan-bulan yang lalu terbayar lunas. Hampir semua penampilan mereka sukses memukai seisi tamu undangan.

Meski saya bukan sebagai wali kelas mereka tetap ikutan bangga dan terharu menyaksikan kemeriahan tari-tarian mereka. Kebetulan saat acara Haflah Akhirussanah sedang bertugas sebagai operator. Alhamdulillah berkesempatan duduk di posisi depan menjadi pengarah audio tarian siswa-siswi. Berkesempatan menyaksikan puas dan leluasa tari-tarian yang ditampilkan.

Beberapa hal sempat mengacak-acak pikiranku saat acara diantaranya:

Apakah mungkin dulu bila ada kegiatan seperti ini kedua orangtuaku bisa hadir? Melihat anak-anak didampingi dan disupport kedua orangtua mereka saat tampil diatas panggung bikin hatiku sedikit sesak. Ingat sekali dulu orangtuaku selalu menganggap selain ujian dan ambil rapot adalah momen tidak penting. Baginya acara pentas seni atau tampil diatas panggung dianggap tidak penting, hanya buang waktu saja.

Melihat para orangtua super excited mengabadikan momen buah hati sedang menari membuat hati kecilku semakin teriris. Apakah orangtuaku dulu punya perasaan bangga seperti orangtua saat ini?. tapi aku harus membuka mata lebar, mungkin zaman dulu dan sekarang berbeda. Selalu berpikir positif mungkin orangtua zaman sekarang lebih menanamkan support pada anak-anaknya dibanding orangtua dulu.

Ternyata perlahan tumbuh menjadi dewasa inner child muncul dengan sendirinya bila waktu dulu belum tuntas terpenuhi. Momen bikin sesak lagi adalah seelah anak tampil kemudian turun panggung dan menghampiri orangtua, ada yang bersorak-sorak bangga bahkan sampai memeluknya. Argkh aku nggak suka, karena aku tidak diperlakukan seperti itu.

Aku ingat betul jawaban apa yang aku dapatkan bila mengikuti prosesi acara di sekolah. Tapi yasudahlah cukup tau dalam hatiku saja.

Peran guru wali kelas saat anak didiknya tampil diatas panggung sebagi koreografer didepan. Siswa satu kelas yang tampil didepan fokus tujuannya adalah guru yang didepan. Bila ada salah satu siswa lupa gerakannya saja, pandangan pertamanya langsung ke guru yang didepanya. Hanya dengan kontak mata guru walas didepannya mampu membantu membangkitkan kepercayaan anak didinya yang sedang tampil.

Luar biasa memang kontak batin antara wali kelas dan anak didiknya. Keberhasilan dan kepercayaan berhasil terbangun berkat didikan yang selama ini ditanamkan kepada mereka. 

haflah akhirussanah

 

 

 

 

 

lylamanzila
Assalamua'alaikum Halo saya Alfimanzila Orang asli Sidoarjo Email: lylamanzila97@gmail.com

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar