[recent]

Recent Post

3/recentposts

4 Tips Agar Tidak Jadi Ipar Menjengkelkan

13 komentar

 

tips jadi ipar tidak menjengkelkan

Dalam satu keluarga punya saudara lebih dari satu sangatlah menyenangkan. Ibarat kata, keluarga cemara zaman sekarang menyebutnya. Apa kata bila anak-anak beranjak dewasa, segera membina rumah tangga sendiri otomatis menambah personil baru. Kira-kira bisa nggak ya keluarga kita akrab dengan keluarga baru? Ya mungkin diawal pertemuan semua terlihat baik-baik saja. Namun percayalah lambat laun sikap asli bakal terbongkar hehe.

Sebut saja ipar. Siapa ipar? Sebut saja kakak atau adik dari suami kita begitu pula sebalilknya. Ngomongin soal ipar belakangan ini lagi booming film ipar adalah maut dimana adik kandungnya sediri selingkuh dengan suami kakak kandungnya sendiri.

Eits tapi aku nggak bakal membahas film itu lebih lanjut karena sudah aku review khusus disini. Yang jadi permasalahan soal ipar adalah keberadaan dirinya yang seolah-olah lebih tahu tetang kebiasaan atau kondisi saudaranya sendiri. Misalanya aku menikah dengan laki-laki yang mempunyai kakak perempuan, nah kakak perempuan ini selalu ikut campur soal pernikahan adiknya. Soal campur tangannya itu bisa merenggangkan hubungan rumah tangga adiknya sendiri.

Kebanyakan ipar menyebalkan adalah ipar perempuan dalam tanda kutip. Tidak bermaksud menjustifikasi semua ipar perempuan loh ya, karena posisiku sendiri nantinya bakalan jadi kakak ipar perempuan. Naudzubillah hi min dzalik kalau punya sifat menjengkelkan macam itu.

Tidak kepo atau ingin cari tahu barang yang dibeli saudara ipar!

Pov sebagai kakak ipar atau adik ipar bila mendapati saudaranya sudah membina rumah tangga please stop ingin tahu perihal benda-benda yang istrinya beli. Apalagi sampai punya fikiran barang yang dibeli hasil jerih payah saudaranya yang harusnya ipar merasakan juga naudzubillah.

Stop menjadi paling superior tentang berumah tangga. berikanlah dukungan pada dia yag baru membina rumah tangga, bukan membandingkan dengan rumah tangga dirinya. Karena sering terjadi sudah berumah tangga berasa paham segalanya.

Jangan bertanya perihal barang yang dibeli selain dia sendiri tidak bercerita sendiri. Karena kita tidak tahu dibalik cerita dia bisa beli barang hasil dari keringat sendiri bukan dari minta suami.

Harus ada batasan setelah saudara menikah. Masing-masing sudah berumah tangga tidak  seperti itu hanya status adik kakak. Biarkan mereka menjalani rumah tangga dengan pola sendiri, sebagai saudara selayaknya men-support yang terbaik.

Pentingnya tinggal sendiri setelah menikah

Di podcast manapun selalu menyarakan setelah menikah, keluar kalian dari rumah. Entah itu ngontrak ataupun ngekos. Pasti menambah pegeluaran! Iya, tapi tidak sebanding dengan madhorot yang didapat bila masih satu rumah dengan ipar suami.

Pov sebagai ipar: jangan masuk rumah saudara kamu tanpa seizin mereka berdua. Pernah kejadian kakak ipar suami datang ke rumah tanpa ada istri di rumah. Yang terjadi ipar ini membuka lemari-lemari tanpa izin, menelisik dan mengomentari masakan istri tanpa izin, menjadi detektif ada masakan atau tidak di rumah adiknya. Kemudian diceritakan ke orang lain. Kalian tidak tahu kesibukan, kesepatakan yang mereka buat dengan enaknya menjudge yang tidak –tidak.

Berhenti memberikan komentar soal tata aturan rumah yang sudah mereka tempati. Selagi tidak minta saran nggak perlu ikut campur mengatur perihal rumah. Mereka sudah berkeluarga sendiri pasti punya impian rangkaian yang sudah direncanakan berdua.

Stop adu barang kepunyaan apalagi adu nasib!

Sebelumnya aku tidak pernah se expect bakal berpengalaman banget soal ini sebelum menikah. Tiap aku kumpul bersama keluarga suami, aku lebih sering mendengarkan cerita pencapaian ipar entah itu yang dulu atau sekarang. Sekalipun aku diminta cerita soal yah bisa dibilang pekerjaan aku saat ini, seolah tidak ingin kalau unggul diatas dirinya.

Halah mungkin perasaan kamu saja!...itu tidak terjadi satu atau dua kali. Kejadiannya itu sepele sekali, tapi maaf aku tidak bisa mencontohkan disini.

Maka dari itu aku lebih senang menyembunyikan pencapaianku, aku tidak haus pujian di depan orang lain, jika kumpul bersama lebih memilih jadi pendengar saja. Jadinya kalau lagi kumpul bukan sharing justru mendengar racing pencapaian.

Setiap kumpul selalu bercerita dirinya dulu jadi blabla, serba bisa blabla, dibandingkan dengan adik iparnya yang umur segitu tidak mendapatkan pencapaian semacam dirinya. Kenapa nggak ditanggapi? Bisa saja, tapi buat apa malah jadi berantem nanti.

Status saudara, baru didapat setelah pernikahan jadi segala baru termasuk permasalahan baru muncul.

Barang yang sudah diberikan jangan diminta lagi!

Aku ingat betul waktu itu diberikan meja kayu jati oleh ipar. Aku pakai sebagai alas laptop di rumah. Setelah beberapa bulan, ipar meminta suami itu mengambil meja itu kembali dengan alasan yang tidak ingin aku tahu. Aku tidak boleh melarang dong, sedari awal punya dia kalau diminta lagi ya wajar.

Cuman ya tidak habis pikir dulu bilangnya tidak dipakai jadi bawa aja sekarang ditarik lagi. Coba anak kecil gitu dikasi barang diminta lagi pasti nangis. Semenjak kejadian itu aku tidak pernah mau menerima pemberian bentuk apapun dari ipar. Sakit hati? Oh nggak, hanya menghindari tarik ulur barang yang bukan pembelian pribadi saja.

dari beberapa tips diatas menunjukkan betapa luar biasa dampak ipar apabila campur tangan. Aku sendiri yang segera menjadi kakak ipar dari adik laki-laki ku berusaha seminimal mungkin saat berdialog dengan adik ipar tidak menyudutkan apalagi menyakiti hatinya.

Belajar menjadi ipar yang mendengarkan cerita dari sudut pandangnya adik iparnya. Terkadang saudara sendiri tidak memahami kesukaan adiknya, namun setelah menikah jadi suami isti. Pasangan itulah lebih mengerti kesukaan sesama pasangan. Contohnya soal makanan. Ketika pertama kali dia bercerita menyiapakan sarapan, please dengarkan dulu. Jangan menunjukkan power sebagai kakak yang paling mengerti makanan kesukaannya. Walaupun kamu sudah hidup lama dengan saudara sendiri.

Bertanyalah perihal kabar, keadaan keluarga atau pekerjaan pada saudara kamu yang sudah menikah. Karena setelah dia menikah dia hanya ingin didengarkan ceritanya. Bertambahanya saudara sudah menjadi kewajiban sesama manusia menjaga keharmonisan antar keluarga bukan begitu bukan?

Sikap menjengkelkan memang tidak dia rasakan sendiri. Oleh karena itu bila kita sudah mengerti pola menghindar yang baik  alangkah baiknya kita terapkan di keluarga kelak nanti.

lylamanzila
Assalamua'alaikum Halo saya Alfimanzila Orang asli Sidoarjo Email: lylamanzila97@gmail.com
Terbaru Lebih lama

Related Posts

13 komentar

  1. Pengalaman ini mah. Punya kakak ipar yang kerjanya males dan gak tahu diri. Paling benci klo orang gak ngotak....


    Newsartstory

    BalasHapus
  2. Memang insecure sih kalau punya sodara ipar yang tidak menyadari kalau dia itu suka bikin ulah dan menjengkelkan :))

    BalasHapus
  3. Terima kasih sharing tipsnya ya..bagus juga diterapkan agar hubungan periparan damai sentosa..

    BalasHapus
  4. dapet insight baru di dunia ipar nih, aku sendiri memang nggak terlalu banyak bertanya ke sodara aku gimana keadaan keluarganya, bukan ga peduli, tapi kalau aku main ke rumahhnya ya bersikap biasa aja, layaknya keluarga. Ga ikut-ikutan problem mereka kalau misalnya mereka lagi ada problem

    BalasHapus
  5. selain dengan mertua kadang memang ipar juga bisa jadi sumber permasalahan ya di keluarga. ini kayak saudara-saudara ibuku yang kadang iparnya juga suka saling iri. kalau aku iparku jauh jadi jarang berinteraksi sih

    BalasHapus
  6. Kemarin saya nonton drama pendek China di aplikasi. Hal yg saya ingat ungkapan begini, "Manusia berbuat, langit melihat. Jika belum ada balasan, maka hanya belum tiba waktunya saja."

    Artinya, orang berbuat tidak menyenangkan meskipun sekarang hanya memberikan dampak buruk dan buruk terus, tapi percayalah ada masanya seseorang itu tertampar oleh perbuatan yang dia kumpulkan sehingga benar-benar faham.

    BalasHapus
  7. Wah keren ini tipsnya. Tampak mudah tapi entah gimana saat dipraktekkannya

    BalasHapus
  8. Ini tipsnya dominan tentang barang ya. Kalau aku pernah jengkel sama ipar gara-gara dia nggak suka aku bacain buku dan ikut kelas kesetaraan gender. Sempat konflik tapi sekarang udah baikan sih. Haha.

    BalasHapus
  9. lagi musim banget bahas bahas ipar yah hehe, emmm kalo aku sih lebih kepada diriku: kalo ipar nggak paham dan nggak peka ya akunya aja yang harus memaksa paham kalo dia itu memang nggak paham haahah, sulit sekali memberikan pemahaman orang yang tidak mau paham, ujung-ujungnya jadi konflik hadehhhh

    BalasHapus
  10. Berisiko banget tinggal serumah sama ipar 😭 aku ada di masa bertahun2 perang dingin dan gak akur padahal umur kita cuma beda 3 tahun doang. Aku berharap dia bisa jd adik dan temanku, curhat dan jalan2, tapi malah gak akur. Giliran aku udah pindah rumah jauh malah kita sering chat dan curhat bareng. Bener kata orang kalau jauh baru bau wangi 🥹

    BalasHapus
  11. Kalau pakai acara adu-aduan wuah kayaknya gak bakal ada habisnya ya kak.
    Hubungan antar ipar sesuatu ya memang baik yang se-gender apalagi yang nggak ada batasan yang luar biasa

    BalasHapus
  12. Kalau aku untuk ipar2 gk ada msalah hubungan baik2 aja tapi gk ada istilah ipar adalah maut hehhe baik2 smua soalnya

    BalasHapus
  13. Iparku semuanya lakii.. karena suami anak pertama dan punya 2 adek cowok.
    Sedangkan di rumahku, aku anak bungsu dari 4 bersaudara dan aku perempuan sendiri.
    Jadi kakau dilihat tingkat kesulitannya, aku harus banyak-banyak bersyukur sih yaa.. menghadapi ipar-ipar dari masku atau aku sendiri as a ipar di kluarga suami..terbilang cukup mudah.

    BalasHapus

Posting Komentar