Halaman

Pesan Buat Kamu Yang #DiRumahAja Selama Karantina


pesan buat kamu yang #DiRumahAja selama masa karantina
Source by Pexels

Selama masa pandemi sudah apa saja yang dilakukan dirumah? Apa cuman rebahan doang? Yah sayang banget jika #DiRumahAja buat rebahan. Sayang waktunya disia-siakan teman. Di masa pandemi seperti ini tak lain harus mengubah total aktivitas manusia dari mulai masuk rumah harus cuci tangan dan kaki, jika sedang dalam perjalana setelah menyentuh benda diusahakan menggunakan handsanitizer, jika keluar rumah selalu menggunakan masker. Semua itu dilakukan demi kesehatan kita bersama. Perlu diketahui pandemi ini banyak sekali mengajarkan hikmah pada penduduk bumi yang tanpa disadari.

Sebelum ada pandemi seperti sekarang ini dan ajakan untuk #DiRumahAja dalam siklus kehidupan kami sudah terbentuk untuk selalu kangen dengan suasana rumah. Terlebih sumber penghasilan dalam keluarga kami adalah warung sembako. Jadi meskipun sudah dihimbau untuk tetap #DiRumahAja dalam hati dari dulu kami juga selalu dirumah aja pak hehe. Namun tidak semua bernasib sama seperti kami yang sudah terbiasa #DiRumahAja. Terbukti saat aku duduk di bangku Universitas banyak sekali yang menyindir “Eh jam segini dah balik aja, anak mama ya?”. Biarpun sering dikatain seperti itu, celotehan itu hanya lewat saja, karena bagiku aku kembali ke rumah bukan untuk tiduran apalagi main-main tapi harus bantuin kerjaan orang tua.

Eh sekarang mereka-mereka yang suka kelayapan #eh kesana-kemari harus belajar anggrem #DiRumahAja haha keadaan sekarang dibalik. Kalian yang sukanya nongkrong di luar rumah, tiap bulan harus ada stok jalan-jalan demi pengakuan status sosial dimata netijen. Seindah apapun tempat yang kalian datangi tetap akan kembali ke rumah kalian sendiri bukan rumah tetangga ya wkwk. Terus ada yang tanya “Ya kamu enak dirumah, ada toko yang dikerjakan sedangkan akau kagak ada, ya jadinya rebahan dong pilihannya” . Kalau dalam soal pilihan ganda kamua jawabannya rebahan jelas saya coret jawaban kamu. Masih banyak pilihan lain yang bisa kalian tafsirkan sendiri, karena pilihan aktivitas itu ada pada kalian bukan pada yang menentukan nasib.

berikut ini akan ku kasih tahu hal apa saja sih yang harus kalian lakukan selama pandemi #DiRuamahAja

Main handphone. Oh tentu, sulit sekali menemukan manusia di masa sekarang ini yang tak lepas dari namanya gawai. Berselancar di jejaring sosial media, apalagi selama masa pandemi ini cara ampuh buat belajar dan mahir main tik tok haha. Perlu diketahui dalam penggunaan bukan hanya kuota yang diperlukan tapi juga kebermanfaatan dari apa yang kalian dapat dari berbagai aplikasi yang sudah diinstal di gawai kalian masing-masing. Tidak hanya sebagai pengguna, sekaligus memfilter hal-hal apa yang dianggap membawa mudhorot jika ada suatu pesan atau konten yang sampai kepada kamu. Artinya kamu tidak menyelamatkan satu nyawa tapi juga menyelamatkan nyawa generasi bangsa Indonesia.

Nonton Drama Korea. Aduh dibilang boleh itu gak boleh keblabasan kalau nonton, kalau nggak boleh itu kok ya kebangetan. Orang hanya #DiRumahAja ngapain coba kalau nggak maraton drama korea. Intinya boleh aja nonton drama Korea asal udah cukup umur aja gitu. Tapi akan lebih baiknya diimbangi dengan baca Quran, terlebih lagi pandemi ini berlangsung bertepatan dengan Romadhon. Bulan penuh pahala jika mau mencari dengan bersungguh-sungguh, kan sayang banget kalau selama Cuma diisi maraton drama Korea, lalu Quran nya dianggurin gak disentuh. Jadi inget seorang konten creator Gritte Agatha pernah bilang “Aku itu nggak berani nonton drakor takut ketagihan, takut waktunya terbuang sia-sia dan ujung-ujungnya malas kerja, malas ngelakuin hal yang lain” betul banget kak ite aku setuju.

Belajar masak. Hayo siapa yang selama masa karantina udah nyobaik masakan A sampai Z, pasti ada diantara kalian yang iseng-iseng liat cara-cara memasak di instagram atau youtube terus kok pengen ya akhirnya kalian uji eksperimen di dapur kalian sendiri. Betul itu, belajar memasak bisa jadi salah satu agenda kamu untuk belajar masak biar siap kalau disuruh mertua hehe. Kalau belum bisa bisa bantuin ibu masak untuk berbuka puasa dan sahur, hal itu sangat berguna untuk kamu agar terbiasa punya gambar kalau tiba-tiba ada yang nyuruh kamu masak.

Jualan online. Karena pemasukan tidak sejalan mengalir dengan kebiasaan jajan, jadinya mulai puyeng deh  jajan terus tapi pemasukan masih menipis. Ada beberapa teman yang mencoba berjualan online dengan memposting di status media sosialnya. Karena #DiRumahAja jelas banyak nyemil, harus pinter putar otak salah satunya jualan online.

Tidak mengeluh banyakin bersyukur. Masih banyak orang diluar sana yang kurang beruntung dan menginginkan posisi kalian saat ini. Ada yang mengeluh karena pendapatan berkurang, ada yang mengeluh karena nggak bisa mudik dilarang pemerintah dsb. Ingatlah kawan, semua kejadian di dunia sudah ada yang merencanakan dan mengatur, kita sebagai penduduk bumi tentu harus pandai dan cerdik mengukur dan menimban semua kejadian di bumi tercinta kini.

Nggak bisa travelling, nongkrong bareng teman, buka bersama baru sekali kan ada kejadian wabah luar biasa di tahun 2020 ini ada beberapa dari kalian yang koar-koar mengatakan corona bangs** dsb yang selayaknya sangat tidak perlu ditiru. Allah baru saja menguji mental kita semua, kira-kira kuat nggak ya kita-kita kita ini. Kenapa kita harus takut tidak bisa makan esok hari, toh juga kita hamba dari Tuhan Maha Kaya. Allah mendatangkan kondisi buruk ini untuk pelan-pelan mengingatkan pada kita semua bahwa hal sekecil apapun sangat berarti. Ambil contoh bila ada orang yang makan nasi tidak habis, padahal diluar sana masih banyak orang yang bersusah payah demi bisa melahap sebungkus nasi, jika melihat dari prosesnnya dari beras hingga menjadi nasi banyak sekali proses penat yang dilakukan petani agar bisa enak disantap oleh kita-kita ini.

Dari kriteria diatas tidak menyebutkan agenda bersih-bersih rumah, karena agenda bersih-bersih rumah adalah hal wajib yang sudah harus kalian lakukan walau ada masa pandemi #DiRumahAja ataupun tidak. Bersih-bersih rumah bukan karena sedang dirumahaja, walaupun sesibuk apapun kalian mahasiswa, bekerja tetap membersihkan rumah adalah agenda wajib tapi tidak tertulis. Kadang suka mikir nyeleneh aja gitu kalau lihat infotaimen terus yang diwawancarain artis bilang “Dulunya nggak pernah nyapu, ngepel eh sekarang masa pandemi jadi belajar bersih-bersih rumah”. Dalam batin nih orang belum pernah ngerasain punya hunian ditepi jalan kayaknya haha.

Buat kamu yang #DiRumahAja selama masa karantina bersyukurlan masih ada rumah tempat untuk kembali.

Buat kamu yang #DiRumahAja selama masa karantina bersyukurlah masih ada tempat untuk berkumpul, bisa beribadan bersama keluarga kecil kalian.

Karena ada diantara mereka yang ingin sekali menjadi seperti kalian, tapi doanya belum disetujui oleh Tuhan.

 

Salam dari kami yang masih #DiRumahAja

 


22 komentar:

  1. Buat saya, wabah pandemi ini tak ubahnya seperti proses hard reset kalau di komputer, setiap kali ada program baru yang diinstal. Makanya sekarang ada istilahnya new normal.

    Untuk aktivitas di rumah, bisa juga lho kita buka-buka isi lemari baju kita dan coba lihat-lihat, apa ya semuanya perlu ada di situ. Ada nggak yang bisa bermanfaat buat orang lain.

    Kalau ada, mungkin ini waktu yang tepat untuk berberes (decluttering)

    BalasHapus
  2. Saat pandemi ini banyak hal yang bisa saya lakukan selain WFH, membaca buku, menemani ananda belajar, memasak dan mencoba resep baru bersama anak-anak. Kegiatan me time saya selain ngeteh, baca buku dan menulis di blog serta meneruskan buku saya.Alhamdulillah, happy lah Mbak selama pandemi ini.

    BalasHapus
  3. Aku main handphone sm mata pegel beneran mbak. Wkwwk
    Nonton drama korea nggak begitu suka jd lebih seneng buat mencoba hal baru.. Sepakat sm point terakhir. Jangan banyak ngeluh! Kudu tetap bersyukur. Ahahaha
    Stay safe ya mbak di sana :)

    BalasHapus
  4. Tetap bersyukur dengan kondisi yang kita alami, bikin hati kita terus bahagia. Yang bikin kita bisa menikmati masa ini adalah adanya HP sebagai hiburan yang menyenangkan. Kalau nggak ada, mungkin kesepian. hehehe.

    BalasHapus
  5. Selalu melihat sisi positif dr pandemi membuat diri banyak bsyukur. Banyak waktu luang untuk ttp produktif dan bmanfaat bagi org lain. Semangat

    BalasHapus
  6. Wah, yang dilakukan kakak hampir sama dengan saya 😁. Pelepas jenuhnya ya lihat drakor. Tapi ini baru off dulu karena Ramadhan, enggak kepegang soalnya.

    BalasHapus
  7. kelakuan hampir sama semua ya,selain itu sih main sama anak2 ga ada bosennya itu jadi pengsi waktu banget dari kardus sampai loncat2 juga dijabanin hahaha

    BalasHapus
  8. Wih hampir sama nie Mbak sya juga di masa pandemi #di rumah aja banyakan tidur dan nonton, mau bikin apa lagi 2 kegiatan tu kayaknya yg menyenangkan hehe

    BalasHapus
  9. Bagi saya pribadi, masa-masa stay at home sebenarnya gak ngaruh banget. Lha, sehari-hari memang saya di rumah aja. Hanya saja, di masa pandemi ini, banyak keluarga yang berkumpul bersama keluarga kecilnya, sementara saya, anak-anak justru berada di tempat lain karena mereka gak bisa pulang.

    BalasHapus
  10. Setuju mbak, tetap produktif dan lebih baik lagi selama di rumah. Kewaspadaan tetap nomor satu

    BalasHapus
  11. Menurut saya sih orang tidak akan terlalu sedih kalau harus di rumah aja, apalagi kalau punya pulsa dan kuota yang banyak. Makan dan belanja juga tinggal pencet di hape. Coba kalau semua dilarang pakai internet selama pandemi, itu baru namanya bencana ...

    BalasHapus
  12. Emang apapun kondisinya harus banyakin berayukur ya mba, niscaya Allah lipat gandakan nikmatnya

    BalasHapus
  13. Nonton drakor saya banget wkwk
    Banyak hal menyenangkan yang bisa dilakukan

    BalasHapus
  14. Saya malah belum nonton drakor pas kemarin Ramadan, nyoba berbagai menu masakan sih lumayan sih, terus kalau main handphone biasanya saya lagi nulis yang butuh riset, kadang main ke media sosial juga sesekali

    BalasHapus
  15. Awal-awal sekolah di rumah, saya sempat ngeluh. Perlu menyesuaikan diri beberapa waktu. Tapi sekarang sudah enjoy. Pesan di atas, efektif lho nurunin kadar stres selama pandemi.

    BalasHapus
  16. hahahay, setuju Mbak..
    semua poin yang dituliskan disini udah saya jabani selama pandemi ini.
    bahkan yang nonton Drakor juga, padahal selama ini gak pernah lagi nonton drakor karena takut bakalan ketagihan, hihihih.
    emang harus perbanyak bersyukur, masih bagus kita masih bisa hidup baik, makan yang cukup dan tidur bisa nyenyak, padahal diluaran sana masih banyak yang kurang beruntung, hiks.

    BalasHapus
  17. Ya pokoknya jalani aja sih. Mau melawan corona juga gak mungkin. Pasrah juga nggak bener. Jadi ya dijalani aja. Berdamai dengan tetap jaga diri dan dirumahaja. Banyak-banyak bersyukur meskipun serba terbatas tapi masih bisa hidup kan ya. Setidaknya masih punya napas untuk kehidupan selanjutnya. Amiin

    BalasHapus
  18. Blogwalking juga jadi kegiatan asik lho kak, hehe.. jadi nggak berasa dannmalah bertambah wawasannya karena banyak membaca ya

    BalasHapus
  19. Sejak ramadhan aktivitas #dirumahaja jadi beda. Anak saya mulai MPASI. Mulai tuh berdrama-drama ria. Jadi nggak sempat leyeh-leyeh, nonton drakor, dan sebagainya. Bahkan setrikaan pun belum tersentuh.

    BalasHapus
  20. Wuih, bener banget mba. Baca ini aku jadi ngakak sendiri wkwkkw. Bersyukurnya, ada sedikit skill lah bertambah yakni jadi rajin masak plus doyan ngulen adonan haha

    BalasHapus
  21. Saya banget ini mah.. saya ketawa sendiri bacanya. Alhamdulillah pandemi membuat banyak kebiasaan positif baru!

    BalasHapus
  22. Memang nih selama pandemi ini peningkatan skill masak aku membaik mbaa

    BalasHapus