SELAMAT DATANG SOBAT

SELAMAT DATANG SOBAT... SEMOGA TULISAN INI BERMANFAAT, MELEMBUTKAN HATI DAN PIKIRAN KALIAN, JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DI KOLOM KOMENTAR OKEH:)

Pertanyaan Yang Diajukan Pembeli Sebelum Lebaran, Bikin Hati Penjual Khawatir

idulfitri 1441 H

Seperti biasa aktivitas sehari-hari wajib bertemu pelanggan untuk melayani keperluan barang yang akan mereka beli. Untuk menjadi anak berbakti orang tua itu memang memerlukan pengorbanan, salah satunya jaga warung milik orang tua. Kalau ditanya seru? ya bisa jadi, bosen? Oh jelas banget dong, pengen main? Nggak hanya main yang diinginkan, kalau bisa kabur sejauh mungkin biar nggak jaga warung lagi hehe becanda kok.

Keseruan, boring, keadaan menjengkelkan adalah fakta nano-nano yang selalu kutemui selagi jaga warung. melayani pembeli dari segala kalangan umur, ragam budaya tradisi, bermacam-macam karakter orang, dari profesi A sampai Z, harus diterima dengan paksaan eh dengan senang hati maksudnya.  Kadang jaga warung itu juga bisa menghilangkan stress saat kerjaan di luar rumah bikin pening kepala. Tapi beda cerita kalau pas melayani pembeli itu kayak gini.

Me         : Tambah apalagi?.

Buyer    : Sudah mba itu aja.

Kumasukkan semua barang belanjaan dalam tas kresek (please jangan protes kalau masih menggunakan tas kresek).

Buyer    : Tambah santan bubuk 4 mba ya.

baca juga: Nungguk Toko the series #Tamat

Okelah masih bisa diterima senang hati, orang mau nambah uang kok nggak boleh hehe.

Me         : Sampun? Ada lagi?.

Buyer    : Sudah mba.

Aku bilang dong total belanjaannya sekian. Barang sudah ready untuk dicangking (dibawa) pembeli.

Buyer    : Ini mba, sekalian tambah minyak 1 kg kasih yang ½ an ya mba.

Gimana dong, bisa kalian bayangin model hati sama mulut aku udah mulai nggak sinkron. Pasalnya apa? geretan gua, kok ya nggak mesisan gitu loh (kok ya gak sekalian gitu loh) masalahnya yang belakang itu ngantri. Dan aku sendiri tipikal orang yang paling nggak tega melihat orang berjajar antri gitu. Istilahnya itu udah nggak bisa konsentrasi kalau melihat antrian panjang pas melayani pembeli di warung.

Kalau mau mengingatkan itu ya nggak sopan, mau nasehati itu ya orang tua, mau marah-marah orang itu juga pembeli langganan haduhh. Walau ciri khas pembeli itu modelnya seperti itu, ternyata nggak selamanya buruk, ada baik nya kok ternyata misalnya

Buyer    : Beli santan bubuk 4, gula 1 kg.

Jaga-jaga dong, nggak langsung dimasukin tas kresek kecil takutnya nambah dan nambah lagi belanjaanya.

Me         : Sampun?. Dengan intonasi mengindikasikan masih tambah lagi nggak gitu.

Buyer    : Sampun, berapa semuanya?.

Dibayar bersih belanjaanya tanpa alasan duitnya kurang. Ampun deh kena zonk, kirain bakalan tambah lagi eh taunya udah gitu doang.

Kejadian diatas masih satu dari sekian cerita yang sudah ku lalui selama jaga warung dari SD. Dari mulai dibohongi pembeli sampai berani kasih ceramah telak ke pembeli nggak boleh hutang.

Apalagi di momen-momen menjelang lebaran seperti ini ada segelintir hal yang diinginkan pembeli. Begini nih contohnya

Lebaran besok buka?. Pertanyaan wajib kuterima sebelum lebaran hari esok. Nerima itu THR gitu loh ya, lah kok nerima pertanyaan yang pilihan jawabannya sulit hadehh. Wajar nggak sih manusia itu pengen istirahat, ingin senang-senang, silaturahmi dengan sanak famili di hari fitri kayak gini. Eh si pelanggan meminta supaya warung buka terus.

“Masa pandemi gini kan nggak kemana-mana, buka aja mba pasti banyak pembeli karena banyak warung yang tutup!”. Itu kata pembeli, enaknya jawab gimana ya? bisa aja buka warungnya tapi ada saja slentingan kalimat dari tetangga satu desa yang mungkin bikin telinga agak gatal, misalnya “Lebaran-lebaran buka aja warungnya, tutup dulu sebentar napa”, nah loh udah kena saweran mulut tetangga mau jawab gimana dong.

baca juga: Tidak menghargai orang lain secara tidak sadar, yakin kamu tidak pernah

Pas hari H Lebaran Idulfitri sudah diputuskan warung tutup dengan alasan jelas digunakan untuk silaturahmi ke tetangga, sanak saudara bila ada yang datang ke rumah. Lah kok masa pandemi covid19 kayak gini silaturahmi beralih virtual, salam-salaman ditiadakan berubah salaman online. Tentu tetap #DiRumahAja dan warung juga tutup. Dan sekarang baru merasakan ternyata jadi kaum rebahan sehari itu kayak gini ya haha. Jaga warung ternyata kesibukan haqiqi ter-enak yang pernah kurasakan seumur hidup. Allah memang punya cara terbaik biar hambanya nggak nganggur di rumah.

Takut keluar rumah. sudah menjadi momok tersendiri bagi diriku sendiri, tiap warung tutup pasti punya rasa was-was. Karena takut gerbang di gedor-gedor pembeli yang kebelet beli padahal masi tutup. Sudah bisa ditebak, pas warungnya buka nggak segera beli eh pas warungnya tutup atau belum buka yang punya warung digedor-gedor suruh bukain pintu.

Yang punya warung juga perlu istirahat, cari uang mulu kapan nikmatinnya. Memang orang lain memandang pekerjaan jaga warung itu hal sepele buka, jaga, melayani udah kelar. Padahal dibalik itu semua beberapa printilan yang tidak dilihat orang lain saat jaga warung.

Apalagi tiba-tiba warung tutup pas hari kerja bukan hari raya besar uh langsung aja siap siaga pintu harus tertutup jangan sampai terbuka. Kalau ada yang panggil-panggil jangan langsung dibuka, intip dulu lewat jendela kalau pembeli nggak perlu dibukain karena memang warung sedang tutup tapi kalau saudara baru diizinkan masuk.

Kenapa pembeli kok nggak dibukain pintu? Karena jika ada satu pembeli yang dilayani dan itu terlihat orang lain yang juga ternyata mau beli, bisa-bisa datang gerudukan minta bukain warungnya wkwk. Karena pernah kejadian.

Nggak ada bonus?. “Mba nggak ada apa-apa gitu?”. Kode dari pembeli tiap menjelang lebaran. Tahu nggak aku jawab apa? “Nanti sama Ibu aja nggh” kalimat pamungkas di kala serang pertanyaan itu datang. Ya mau bagaimana lagi, yang mengatur bagian itu bukan aku, urusan pemilik kalau aku bagian jaga doang.

Hari raya Idulfitri sudah tiba saatnya warung istirahat alias tutup sementara akan kembali buka dan melayani pembeli setelah H-2 sekaligu open maaf-maaf lewat warug. Karena tahu betul, orang yang jaga warung ini pasti banyak khilafnya apalagi momen geregetan dengan pembeli. Astaghfirullahaladzim.

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 SYAWAL 1441 H

MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

 

minal aidzin wal faidzin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar