Halaman

Covid19 Datang, Alam Bersuka Cita

source pexels

Ramadhan sudah memasuki setengah bulan bersamaan dengan pandemi yang masing berjalan-jalan di bumi. Dibilang sangat disayangkan juga tidak, mengeluh harusnya diminimalisir. Pada situasi yang seperti tidak ada yang bisa diharapkan secara lebih kecuali dengan bersyukur dengan apa yang dipunya. Kehadiran pandemi secara tidak langsung memang memberikan perubahan aktivitas manusia secara drastis dari mulai rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sampai menjaga jarak yang disebut physical distancing buat kami yang masih jombo hehe. Menghindari kegiatan yang tidak membawa faedah bagi diri sendiri, terlebih jika aktivitas berkerumun yang tidak terlalu berkepentingan bisa berdampak pada kesehatan seseorang. Memang ya Tuhan selalu punya cara untuk mengembalikan fitrah manusia sesungguhnya.

Ajakan untuk #DiRumahAja dan physical distancing yang sudah dihimbau oleh pemerintah melalui beberapa linimasa media elektronik, media masa ternyata masih belum menunjukkan hasil yang signifkan terhadap kondisi pandemi ini. Di Jawa Timur saja jumlah kasus yang meninggal sudah mencapai 768 orang dinyatakan positiF sebelum diterapkannya PSBB. Dengan berbagai pertimbangan pun, Ibu Gubernur Khofifah Indah Parawangsa bersama jajarannya mengambil langkah tegas untuk mengetok palu diadakannya Pembatasan Sosial Berskala Besar di Surabaya Raya (termasuk Sidoarjo dan Gresik)  dari tangggal 27 April sampai 11 Mei. Kenapa Sidoarjo dan Surabaya harus ikut melakukan PSBB? Karena jika Surabaya saja yang mengadakan, tentu tidak akan bisa berjalan sendiri untuk itu diperlukan bala bantuan dari tetangga kanan-kirinya. Dengan harapan untuk menekan angka kematian, pasien ODP dan pasien PDP sekaligus memutus rantai penyebaran covid19 ini.

Kita semua tentu berharap semoga pandemi ini cepat berakhir dan segera bisa beraktivitas normal. Yang sekolah kangen dengan teman-temannya, tukang cilok kangen jualannya dibeli anak-anak sekolah, yang suka nongkrong di cafe kalo abis kerja atau kuliah rindu canda tawa teman-temannya, yang harus Work From Home bosan online karena butuh kuota lebih dari pemakaian bulanan biasanya. Memang semua aktivitas sosial yang mengharuskan bertemu langsung itu sangatlah menyenangkan dan berkesan kayak perasaan dia ke kamu eh. Tapi untuk sementara ini sampai batas waktu yang belum ditentukan semua aktivitas bertemu dengan orang banyak harus sebanyak mungkin dihindari demi memutus rantai virus covid19. Hal tersebut memang tidak mudah, terlebih lagi jika harus WFH karena tidak semua pekerjaan bisa dilakukan secara WFH iya jika pekerjaannya di kantor, punya usaha sendiri di rumah sudah biasa, nah yang biasanya kerjaannya keliling dan pendapatannya memang harian harus dikemanakan nasibnya? Ada memang bantuan sosial dari pemerintah bagi mereka yang terdampak PSBBB ini, tapi ya seperti pembagiannya selalu tidak transparan.

Selama masa pandemi sampai diberlakukan PSBB wilayah Surabaya Raya semua sektor terdampak, yang paling sakit adalah sektor ekonomi harus gigit jari. Tapi ada hal yang menggembirakan di tengah kondisi seperti ini ternyata membuat sebagian orang-orang tergerak untuk melakukan kegiatan berbagi dengan sesama terutama mereka yang terdampak karena pandemi ini. Berdasarkan wawancara di chanel radio suara surabaya bahwa muncul komunitas berbagi namanya #bergerakdarirumah di Surabaya, komunitas ini inisiatif bentukan anak muda dan gabungan banyak komunitas yang ada di Surabaya wowww its amazing guyss. Kegiatan yang sangat berfaedah dan produktif. Saatnya yang muda yang bergerak

Dibalik ancurnya perekonomian, berubahnya aktivitas secara online sampai munculnya kaum rebahan yang bingung gimana model rebahan karena keseringan dlosor di kasur haha. Hadirnya virus covid19 ini mengingatkan kita sebagai penghuni bumi untuk mensyukuri setiap kejadian yang sudah terjadi, diantaranya:

Menutup akses maksiat seperti klub malam, casino dimana tempat seperti itu jelas sumber maksiat nyata di muka bumi, termasuk syarat Allah melaknat umat manusia. Karena hampir jenis maksiat bisa ditemukan dalam tempat tercela tersebut.

Udara jalanan lebih sehat. Bagaimana tidak jalanan yang biasanya penuh sesak dengan kendaraan dari mulai pagi hari sampai malam dan begitu seterusnya. Pencemaran udara dari asap kendaraan bermotor selain menimbulkan sesak pada tubuh manusia ternyata juga menimbulkan sakit kronis untuk bumi tercinta ini. Kita ambil contoh prosentase udara di wilayah kota Surabaya menunjukkan penurunan drastis karena para masyarakatnya sebagian beralih work from home.

Mungkin ini cara Tuhan untuk mengistirahatkan alam dari kebringasan manusia yang selalu ingin mempromosikan dirinya sebagai khalifah di muka bumi. Yang pada nyatanya ternya lebih banyak menimbulkan kerusakan di muka bumi dan membuat bumi geram dengan sikap kami.

Salam lestari dari kami yang sering mengaku kholifah tapi nyatanya bikin susah.

 

 

1 komentar:

  1. Semoga korona segera musnah ya biar kita bisa hidup back to normal. Aamiin
    Soalnya byk jg masyarakat bandel yg masih seneng pergi2 tnpa tujuan jelas. Apalagi anak muda di tempatku, masih haha hihi nongkrong dn bukber

    BalasHapus