SELAMAT DATANG SOBAT

SELAMAT DATANG SOBAT... SEMOGA TULISAN INI BERMANFAAT, MELEMBUTKAN HATI DAN PIKIRAN KALIAN, JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DI KOLOM KOMENTAR OKEH:)

Kebiasaanku Saat Ramadhan Tiba, Kamu?



Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Namaku alfimanzila biasa dipanggil zila. Orang asli Sidoarjo Jawa timur. Lahir dan besar di sebuah Desa yang sekarang mulai beralih menjadi kota bernama Desa Kemiri Kecamatan Sidoarjo Kota Kabupaten Sidoarjo Provinsi Jawa Timur. Sejak kecil orang tua selalu mengajarkan hal tentang kesederhanaan dan hidup mandiri karena tempat tinggal kami jauh dari perkampungan masyarakat, bahkan jauh dari sanak saudara. Sejak umur 9 tahun ku sudah diajari berjualan. Karena sumber ekonomi keluarga berasal dari toko sembako yang dibangun didepan rumah. Alhasil keseharianku selain belajar menempuh pendidikan di sekolah ada kewajiban lain yakni membantu berjualan di toko.


Tiada hari tidak menjaga toko. Tag line itu menjadi hiasan sepanjang hari, minggu, bulan, bahkan bertahun-tahun. Teman-teman sudah hafal semua bahwa zila pasti susah diajak keluar untuk bermain. Terkadang boleh main atau hangout dengan teman-teman kuliah itupun jarang sekali bahkan bisa dihitung. Karena kembali lagi tanggung jawab nya adalah menjaga toko.

Jika dibilang ada rasa iri dengan orang lain ya jelas ada? Terutama saat bulan Romadhon tiba. Banyak sekali keinginan yang orang lain bisa lakukan tapi tidak bisa ku lakukan. Ada hal spesial yang dinanti saat Romadhon tiba dari mulai ngabuburit, buka bersama, taraweh, tadarrus alquran. Melihat story di media sosial, teman-teman  bisa ngabuburit dan buka bersama rasanya pengen gitu seperti mereka yang tampak bahagia dan bisa kumpul. Bagi keluarga kami Romadhon sebatas kewajiban menjalankan rukun iman ke 3. Kok bisa? Keluarga kami memiliki motto tiada hari tanpa berjualan walau bukan berarti tidak ada libur. Kerja kerja kerja seperti kata pak presiden ya Memang tidak ada liburnya. Toko akan tutup jika hari raya Idul Fitri selama 2 hari atau kalo ada acara mendadak misal saudara ada yang meninggal, salah satu dari kami sakit. Hari ketiga bulan Syawal atau lebaran toko sudah buka lagi. Begitu seterusnya berjalan tiap tahun.

Kembali pada kebisaan di bulan Romadhan, keluarga kami menjalani Romadhan bisa dibilang sederhana, malam pertama mengikuti taraweh. Itupun tidak pernah sekeluarga salat taraweh bersama di masjid. “Kalo taraweh semua siapa yang jagain tokonya?”. Kami sekeluarga ada empat orang, taraweh pun harus digilir misal Ayah Ibu taraweh, kakak dan adek jaga toko, sebaliknya kakak dan adek teraweh, Ayah dan Ibu jaga toko. Atau bisa di mix siapa yang bakal taraweh dan siapa yang harus jaga toko.

Jika waktunya berbuka puasa ada sistem shift alias bergantian berbukanya, yang jelas shift itu Ayah dan aku. Kalo Ayah kerja sore otomatis aku buka puasa terakhir nunggu ada yang menggantikan di toko. Kalo Ayah kerja pagi alhamdulillah bisa buka puasa duluan, dan Ayah yang jaga toko. Orang yang bisa buka puasa duluan tentu ibu dan adek. Karena ibu yang masak tentu kita berdua yang mengalah, nah kalo adek karena dia nggak bisa jaga toko ya dia bisa buka puasa duluan.

Aktivitas selama Romadhon berjalan normal seperti biasanya tidak ada yang kurang dan tidak kelebihan. Mungkin perbedaannya jam kuliah jadi lebih pendek karena bulan puasa dan toko ramai pas menjelang buka puasa. Kalo orang bilang ngabuburit itu berburu takjil di pasar atau di pinggir lain halnya dengan aku. Ngabuburitnya sederhana cukup nonton tv, kalo nggak dengerin radio sambil melayani pembeli.

Di jam-jam sebelum berbuka sekitar jam 13:00 siang sambil jaga toko kadang main handphone, baca quran, baca e-book, main laptop, nah kalo udah bosen sama keempat hal itu pelampiasannya adalah nonton TV. Acara paling ku tunggu-tunggu adalah acara plesiran ke luar negeri yang menjelajahi perkembangan Islam di luar sana. Semacam halal travelling gitu. Kisah-kisah saudara umat muslim yang menjalankan ibadah di luar negeri. Sering setelah menyaksikan tayangan kisah saudara muslim yang berjuang menegakkan agama Allah membuat saya melamun. Membayangkan kapan waktunya saya bisa pergi ke negara-negara diluar sana untuk bisa langsung merasakan atmosfer Islam yang sebenarnya pernah menjadi penguasa dunia Barat justru sekarang menjadi agama minoritas dan bahkah disebut islamofobia astagfirullahaladzim.

Aku bermimpi suatu saat nanti akan bisa berkeliling dan mengunjungi negara-negara Barat untuk mempelajari sejarah Islam yang pernah berjaya di masa lalu. Terlebih lagi umat Islam disana ternyata begitu kuat imannya dalam menjalani hidup. Tak jarang sebagian umat muslim di luar sana mendapat celaan, hinaan, jika mereka menunjukkan identitas sebagai seorang muslim. Umat Islam di setiap negara pasti memiliki suatu perkumpulan/komunitas muslim untuk mempermudah silaturrohim mereka dan mensyiarkan ajaran Allah. Seperti hal nya di Ameria Serikat kita mengenal organisasai IMSA (Indonesian Muslim Society in America). IMSA adalah organisasi keagamaan, amal, ilmiah, sastra, pendidikan, dan nirlaba, dan tidak berafiliasi dengan organisasi politik, LSM atau organisasi nirlaba lainnya. Yang misinya adalah membantu komunitas muslim Indonesia di Amerika Utara dalam upayanya untuk memajukan kapasitas intelektual dan spiritualnya untuk kepentingan masyarakat Indonesia pada umumnya baik di Amerika Utara dan indonesia.

Melihat kisah saudara muslim yang menjalankan ibadah puasa diluar sana membuat saya lebih bersyukur lagi. Mereka menjalankan puasa di negara minoritas muslim yang tentu banyak sekali godaan dari kanan kiri depan belakang. Dibanding kita-kita ini yang menjalani puasa di negara Indonesia yang mayoritas beragama Islam.

Begitulah tradisi romadhon di keluarga kami meskipun setiap romadhon harus bekerja keras supaya pas lebaran bisa pakai baju baru dan makan lontong lodeh super pedas. Walau lebih sering berkumpul dengan keluarga kecil dan jarang berkumpul dengan teman-teman tetap bersyukur bisa menjalani dan melewati Romadhon bersama orang-orang tercinta setiap tahun. semoga tahun depan kita dipertemukan dengan Romadhon lagi.  

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 hijriyah

Taqobbalalluhu minna wamingkum taqobbal yan karim minal aidzin wal faidzin

Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh



Sidoarjo, 10 Juni 2019

1 komentar: