[recent]

Recent Post

3/recentposts

Seharian di Malang: River Turbing dan Merasakan Magical Momen

Posting Komentar

jalan jalan di malang

Healing adalah obat terbaik untuk mengembalikan mood seseorang, temasuk mood para guru. Liburan semester kemarin jadi momen recharge energi para guru untuk sejenak Kembali menjadi mode anak-anak yaitu menikmati liburan bersama rekan sejawat. Agenda liburan semester merupakan agenda inisaitif mandiri dari divisi kami. Dikarenakan 2 tahun ini kami tidak mendapatkan jatah liburan dari sekolah. Divisi kami melakukan agenda jalan-jalan sendiri.

Tim kami ada delapan orang. Untuk mewujudkan liburan, kami mengadakan sistem menabung tiap pekan. Kami sadar untuk healing juga perlu budget biar nggak pusing ditempat tujuan. Setidaknya melalui menabung, pengeluaran saat liburan nanti nggak bikin kantong menjerit.

Malang jadi tujuan kami. Tahun kemarin kami sudah ke Malang mengunjungi destinasi taman bunga. Kali ini kami kembali ke Malang untuk bermain air wkwk.k

Persiapan Sebelum Berangkat

Tidak mungkin nggak ada drama sebelum hari H. salah satunya tiket kereta api. Tiket tujuan ke Malang bisa dibeli H-7 sebelum berangkat. Tepat jam 12 malam di H-7 saya beserta dua teman WAR tiket kereta api. Amazingnya se Sidoarjo lagi rebutan tiket online ke malang sampai tidak bisa pilih tempat duduk. Gongnya baru sepuluh menitan saja tiket keberangkatan yang kami tuju sudah habis. kami harus putar otak cari pemberangkatan dari stasiun supaya dapat. Jangan sampai gara-gara kehabisan tiket kami batal berangkat ke Malang.

Alhamdulillah setengah jam tiket untuk delapan orang sudah kami pegang, yah meski keberangkatan stasiun berbeda. Tragisnya dua teman kami tidak dapat kursi saat berangkat huhu.

Benar-benar jadi pelajaran kami. Tanggal dan hari yang kami pilih memang hari kerja, tapi itu masih momen liburan sekolah. Pantas saja pada rebutan antrian tiket. Untuk war tiket delapan orang seharusnya diperlukan 4-5 orang, sedangkan kami hanya  berdua war tiket tengah malam, itupun dengan bantunan dadakan 1 teman yang alhamdulillah belum tidur wkwk.

Pelangi di Sumber Maroon

07.45 kami tiba di stasiun Malang kemudian dijemput pak Rudi, angkot yang kami tumpangi ke Malang tahun kemarin. Sekarang Kembali menggunakan angkot pak rudi untuk mengantarkan perjalanan kali ini. Jarak tempuh stasiun Malang ke Sumber Maron hanya 45 menit.

Wisata sumber maroon berlokasi di Desa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang.

Dari lokasi parkiran kami harus turun ke bawah menuju pemandiannya. tiket Rp.5000 (weekdays) Rp. 10.000 (weekend). Sepanjang turun menyusuri sumbernya, banyak penjual oleh-oleh, tempat makan. Karena kami semua belum ada yang sarapan, kami memutuskan mengisi perut dulu sebelum main air daripada nanti masuk angin. 

sumber maroon malang

Suasana masih sepi pengunjung, yah karena kami sampai di lokasi lumayan pagi. Bergegas mencari dan memilih warung di pinggiran sungai guna menitipkan barang bawaan kami nanti. Untuk sewa loker diharga Rp.5000/loker.

Daya tarik Sumber Maroon adalah river turbing sepanjang aliran sungai. Harga menyewa ban Rp. 5.000/orang. Buat kalian yang baru pertama kali ke sumber maroon mending pakai jasa Bapak-bapak untuk menata ban. Jasa menata ban ini sangat membantu sekali mengarahkan jalannya ban di air, bantu mengambilkan gambar secara full tim. Kalau memakai jasa menata ban, kita punya jatah tiga kali putaran, selebihnya terserah kalian bebas river turbing sendiri.

Hal yang menarik di sumber maroon adalah air terjun setinggi 5 meter yaitu Grojogan Sewu. Lokasinya tepat ditengah-tengah river turbing. Ketika sampai di lokasi ini pengunjung berfoto-foto tepat didepan air terjun bertuliskan Sumber Maroon. Beruntungnya berkesempatan melihat pelagi dari jarak sangat dekat diantara cipratan air terjun. Masyallah beruntung sekali menyaksikan momen langka itu.

Merasakan Magical Momen di Taman Kemesraan

Puas bermain air, angkot pak Rudi membawa kami ke Taman Kemesraaan. Perjalanan cukup lama dan melelahkan ditempuhkan selama dua jam. Selama perjalanan harapannya cuaca dingin, sejuk, oh rupanya tidak dong panas seperti di Sidoarjo. Masuk area Kabupaten Pujon hawa dingin mulai bisa kami rasakan. Lumayan sedikit melegakan hawa badan mulai jenuh kelamaan didalam angkot.

Sekitar setengah empat sore kami tiba di Taman Kemesraan. Sudah terlewat jam makan siang, aku bergegas menuju warung bakso untuk menghangatkan badan yang hamper sempoyongan. Alhamdulilah sudah menghabiskan semangkuk bakso panas, badan sudah terkontrol dan siap mengabadikan momen wkwk.

taman kemesraan malang

Tiket masuk Rp.30.000/orang sekaligus dapat welcome drink berupa es teh.

Memasuki gerbang utama Taman Kemesraan disuguhkan sepasang patung khas bernuansa Jawa. Alunan musik yang diputar semakin mendukung suasana kesyahduan dan ketenangan. Beberapa spot foto yang tidak boleh terlewatkan,

Naik perahu ala-ala cerita heart series

Eits harus beli tiket lagi ya. Rp. 15000/orang sudah include makanan ikan, lumayan sambil mendayung diatas perahu sambil menebar makanan. Satu perahu dinaiki dua orang saja. Selama tidak antrian pengunjung, kalian bebas menikmati momen berlayar diatas perahu estetik itu. 

taman kemesraan

Cermin Raksasa Viral

Cermin magical inilah yang menjadi daya tarik berkunjung di Taman Kemesraan. Pesona cermin raksasa seolah mengajak pengunjung memasuki dunia lain yang lebih indah. eits spot foto di cermin ini harus antri bergantian ya, karena yang nungguin selfi lumayan. 

taman kemesraan malang

Taman ala negeri dongeng

Spot foto dibagian ini sungguh estetik. Banyak pohon, dan bunga berwarna-warni yang tertata rapi dan estetik. Mau berfoto dari sudut manapun tetap cantik. 

taman kemesraan malang

Kolam renang view tebing

Juga ada kolam renang untuk dewasa dan anak-anak. Airnya jernih banget. Waktu kami kesana hanya ada dua orang saja yang berenang. Berasa kolam renang pribadi ya.

Puas menikmati segala spot di Taman Kemesraan waktunya kami menukar welcome drink sebelum arah pintu keluar Taman Kemesraan.

Kalau ditanya apakah worth it pergi ke Taman Kemesraan? Kalau kamu pecinta pemberi asupan ke netizen, tempat itu pas banget sih. Memang ya daya tarik FYP media sosial sungguh luar biasa.

Hari sudah hamper gelap, waktunya kami melanjutkan perjalan pulang menuju stasiun malang. Selama perjalanan ke stasiun suasana didalam angkot lebih cair dan hangat dibandingkan perjalanan menuju Taman Kemesraan tadi. Maklum saja isi perut, tangki fikiran, stok foto di hp sudah penuh semua jadi suasana hati gembira terus wkwk.

Alhamdulillah perjalanan kereta dua jam dari Malang ke Sidoarjo berjalan lancer tanpa ada halangan. Kami semua berpisah di pemberhentian stasiun kecamatan berbeda.

 

lylamanzila
Assalamua'alaikum Halo saya Alfimanzila Orang asli Sidoarjo Email: lylamanzila97@gmail.com
Terbaru Lebih lama

Related Posts

Posting Komentar