Tags

[recent]

Recent Post

3/recentposts

Manusia harus meninggalkan hal yang baik-baik saja

Posting Komentar

If you wait for inspiration to write, you’re not a writer, you’re a waiter”. Mencoba kembali mencerna quote berenegi itu, rasa-rasanya “Iya ya kok aku banget itu”. Kalian ada yang merasa seperti itu. Ya sudah bukan awam lagi ketika melihat orang lain menghasilkan karya berupa buku misalnya, entah buku fiksi atau nonfiksi bawaannya kepengen sekali “Kapan ya punya buku karya sendiri”.  Sudah naluri manusia jika melihat orang lain punya apa, kita sendirinya juga kepengen punya apa yang diinginkan orang lain. 


Menulis bukan hal susah untuk dilakukan, pasalnya berbagai profesi bisa menulis tanpa terkecuali. Ketika menulis tentu membutuhkan wahyu namanya ide. Betul apa betul? Tapi jadi lebih betul kalau tidak menulis jika tidak ada ide. Saya banget ini, padahal secara tidak disadari perjalanan dari hari-hari pasti semuanya memiliki cerita unik tersendiri dan itu juga termasuk ide yang bisa digunakan bahan catatan hari itu. 

Lalu bagaimana sih kesan menulis pertama kali. Jawabannya beragam, ada yang kelihatannya aneh (ya wajarlan baru nulis pertama cerpen ala pribadinya), ada yang ilfill baca tulisannya sendiri. Hal ini kerap terjadi, namun coba dibiasakan rutin nulis  setiap hari. Kemudian jangan langsung dianggap selesai, endapkan tulisan itu beberapa hari (asal jangan sebulan ya). lalu baca lagi akan ada sensasi geli, senang memuji diri sendiri wkwkwk.

“Aneh juga tulisanku ternyata, nggak nyangka”.

Lalu kenapa harus menulis?

Pertanyaan bagus dan menonjok. Coba kita perhatikan kalimat ini 
“Gajah mati meninggalkan gading, lalu manusia mati meninggalkan nama”. Bila itu gajah, gadingnya bisa dimanfaatkan untuk kerajinan. Lah manusia tinggal nama dan kenangan doang. Bila generasi penerusnya sudah tiada juga habis sudah kenangannya alias tak berbekas. 

Karena aku bukan anak raja, bukan anak presiden maka menulislah agar dikenal”. 

cuplikan quote yang diucapakan bunda Sinta Yudisia saat menjadi pembicara seminar Nasional di UMSIDA. Kalimat itu menjadi salah satu dari pegangan saya dalam belajar menulis agar konsisten (ya meskipun kadang mbleset juga). Tentu kita harusnya belajar dari ulama empat mahzab beliau adalah orang ilmunya masyallah. Sebelum beliau wafat sudah banyak sekali kitab-kitab yang ditulis yang sampai sekarang ini masih dijadikan referensi dalam mempelajari Islam.

Lalu masih bilang menulis itu susah, bosen atau alasan apalah itu. Yang menulis ini bukan bersifat menggurui yang muda atau yang dewasa. Saya meyakini jika kita memposting hal-hal positif insyallah akan membawa berkah tersendiri. Saya sendiri sudah menelurkan satu karya solo berbentuk puisi. Ya nanti akan saya bahas di postingan setelahnya hehe. Biar saya nggak dikatain omong doang hehe.

Saya juga ingin kalian semua menghasilkan karya solo seperti saya yang lebih baik dari saya. Walau dengan segudang kesibukan yang kalian sempatkan waktu 1 sampai 2 jam untuk menulis lalu jadikan kebiasaan insyaallah akan ketagihan.


Sidoarjo, 2 Januari 2019

#ODOP
#estrilookcommunity
#Day2

Reactions
lylamanzila
Assalamua'alaikum Halo saya Alfimanzila Orang asli Sidoarjo Email: lylamanzila97@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar